Sakit Tenggorokan Sebelah Kiri ? Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya

Apakah Anda sering kali mengalami sakit tenggorokan di sebelah kiri? Sakit tenggorokan rasanya memang sangat menyiksa dan juga menjengkelkan. Untuk berbicara dan makan saja akan merasa nyeri, apalagi ditambah dengan demam dan kondisi tubuh yang menjadi semakin tidak fit. Lalu bagaimana dengan sakit tenggorokan sebelah kiri? Apa sajakah penyebabnya? Yuk disimak…

Beberapa penyebab sakit tenggorokan sebelah kiri :

1. Radang amandel

Radang amandel adalah pembengkakan yang terjadi pada amandel atau tonsil dan biasa disebut dengan tonsillitis. Tonsil merupakan dua kelenjar yang terletak di sisi kiri kanan tenggorokan, tugasnya sebagai pencegah tubuh dari infeksi bakteri ataupun virus terutama ketika masih anak-anak.

Namun semakin bertambah usia maka sistem imun tubuh semakin kuat dan fungsi tonsil mulai tidak diperlukan lagi sehingga tonsil menyusut. Radang pada tonsil ini umumnya terjadi pada anak-anak.

Umumnya dengan gejala sakit baik di sisi kiri maupun kanan tenggorokan, tergantung dimana posisi tonsil yang bengkak. Biasanya juga disertai demam, pilek batuk, bahkan susah menelan makanan dan sakit ketika berbicara.

Cara paling mudah untuk mengurangi radang pada amandel ialah sering-sering berkumur dengan air garam, hindari makanan yang terlalu pedas, asin, bahkan mengandung pemanis dan pewarna buatan. Jika kondisi amandel sudah membengkak dan membuat anak susah makan bahkan batuk tak kunjung henti, lakukan tindakan operasi sebagai langkah terbaiknya.

2.  Postnasal drip

Yaitu suatu kondisi dimana ketika tubuh mengalami alergi atau infeksi tertentu dan mengakibatkan produksi lendir berlebihan, lendir-lendir tersebut akan menumpuk di tenggorokan dan belakang hidung. Ketika Anda tidur dengan posisi miring sebelah kiri, maka lendir tersebut akan menumpuk di sisi tenggorokan kiri Anda.

Selanjutnya di pagi harinya Anda akan batuk dan merasa nyeri pada tenggorokan sebelah kiri. Hal inilah yang dinamakan dengan kondisi  postnasal drip. Gejala ini sunggulah tidak menyamankan dan menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa.

Untuk mengobatinya, Anda dapat melakukan beberapa cara seperti, hindari benda atau hewan penyebab alergi tubuh, minum air putih yang banyak, mengeluarkan ingus pada hidung Anda agar semakin tidak menumpuk di saluran tenggorokan, dan meminum obat dekongestan untuk melegakan gejala penumpukan lendir (ingus).

3. Sariawan

Sariawan muncul berupa luka kecil yang muncul di mulut, lidah, gusi, maupun langit-langit mulut. Sariawan memang ukurannya kecil namun sangat menyakitkan apalagi jika tersentuh oleh makanan yang masuk ke dalam mulut. Sariawan dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu.

Mengobati sariawan tidaklah sulit, Anda dapat melakukan beberapa cara yaitu: hindari makanan pemicu sariawan seperti makanan pedas, asin, gorengan, dan bersantan, rutin membersihkan mulut, rutin berkumur dengan obat kumur, atau jika sakit sariawan sudah tidak bisa tertolong Anda bisa meminum obat parasetamol, ibuprofen atau asam mefenamat.

4. Abses Peritonsillar

Loading...

Adalah infeksi yang terjadi pada salah satu amandel kemudian menghasilkan nanah dan akhirnya menimbun di belakang amandel. Jika tonsil atau amandel yang terkena ialah di bagian sebelah kiri maka tenggorokan kiri akan terasa nyeri dan sakit. Umumnya gangguan ini menyerang di usia remaja maupun dewasa muda.

Ciri-ciri gejala penyakit ialah tubuh demam, kelelahan, sakit kepala, sakit telinga di bagian sisi tonsil yang sakit, suara lemah, bau mulut, dan meneteskan air liur yang berlebihan.

Untuk mengatasi rasa nyerinya perlu sekali penanganan medis secara langsung, mungkin akan dilakukan tindakan operasi kecil agar nanahnya segera dikeluarkan, kemudian Anda harus rutin meminum obat anti biotik agar tidak terjadi infeksi lagi.

5. Pembengkakan kelenjar getah bening

Biasanya pembengkakan ini terjadi akibat adanya infeksi oleh bakteri maupun virus sehingga menyebabkan radang pada tenggorokan. Umumnya bagian kelenjar bening yang membengkak hanya di 1 sisi saja.

Jika kelenjar getah bening Anda sering mengalami pembengkakan maka ada baiknya untuk melakukan pengecekan ke dokter THT karena kelenjar getih bening berperan sebagai proteksi imun tubuh, hal yang dikhawatirkan adalah adanya indikasi penyakit serius seperti kanker.

6. Laryngitis

Yaitu pembengkakan pada pita suara sehingga suara akan menjadi serak. Biasanya pita suara dapat membengkak akibat terlalu diporsir digunakan seperti untuk berteriak, bernyanyi, maupun berbicara. Umumnya pembengkakan ini menyebabkan sakit di salah satu sisi tenggorokan.

Untuk mengatasinya, pertama Anda harus tahu terlebih dahulu apa saja penyebab laryngitis tersebut, kemudian Anda dapat meredakan rasa nyerinya dengan meminum obat nyeri bebas seperti aspirin, ibuprofen, atau parasetamol. Obat-obatan ini akan meredakan nyeri tenggorokan dan menurunkan demam dengan cepat.

Lalu langkah selanjutnya ialah hindari obat-obatan yang bersifat dekongstan karena dapat membuat tenggorokan kering dan memperparah kondisi laringitis.

Namun jika sakit tak kunjung sembuh, usahakan untuk konsultasikan diri dengan dokter. Perawatan sendiri di rumah bisa Anda lakukan seperti rutin berkumur air garam, banyak meminum air putih, tidak memporsir pengunaan pita suara, hindari merokok atau bagi Anda yang perokok pasif hindari asapnya.

7. GERD (naiknya asam lambung ke esofagus)

Hal ini dapat terjadi ketika setelah makan Anda langsung berbaring bahkan sampai tidur, maka asam lambung akan langsung naik sampai ke esophagus bahkan tenggorokan. Jika posisi tidur Anda miring sebelah kiri maka akan menyebabkan nyeri di sisi kiri tenggorokan Anda.

Untuk mengatasinya gunakanlah obat bebas termasuk antasida, Rantin (ranitidin), dan Pumpitor (omeprazol), hindari makanan pemicu naiknya asam lambung seperti pedas, asam, dan santan, hindari merokok, setelah makan usahakan berdiri tegak minimal 30 menit, dan paling penting adalah konsultasikan dengan dokter.

Itulah penjelasan mengenai penyebab dan pengobatan terhadap sakit tenggorokan. Sakit tenggorokan tidak hanya menyerang 1 sisi saja namun dapat kedua sisi juga. Yang terpenting adalah ketahui penyebabnya dan lakukan pola hidup yang sehat, jangan lupa konsultasikan telebih dahulu dengan dokter.

Loading...